Perubahansosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Makadalam makalah ini kelompok kami mencoba untuk menguraikan budaya-budaya Indonesia yang sebetulnya menarik untuk dipelajari dan harus dilestarikan dan juga sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia, disamping itu kelompok kami juga mencoba untuk menguraikan masalah-masalah sosial budaya yang ada di Indonesia yang menyebabkan para generasi muda sekarang kurang menyukai budaya-nya sendiri. Dalammakalah kali ini kami mengangkat masalah perubahan sosial yang sengaja dilakukan yaitu: 1. Razia anak jalanan dan pengamen oleh satpol PP di kawasan Kedungsari, Tegalsari. Razia yang dilakukan oleh aparat satpol PP di kawasan Kedungsari, Tegalsari, Surabaya dapat dikatakan sebagai perubahan yang direncanakan. Perubahansosial dan budaya memiliki satu aspek yang sama, yaitu kedua-duanya menyangkut perbaikan dan penerimaan cara-cara baru bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Kami berharap, makalah ini dapat bermanfa'at dan dijadikan sebagai bahan referensi, khususnya mengenai pengaruh IPTEK terhadap perubahan-perubahan s osi al budaya Perubahanmemiliki aspek yang luas, termasuk didalamnya yang berkaitan dengan nilai, norma, tingkah laku, organisasi social, lapisan social, kekuasaan, wewenang dan intraksi social. Menurut Koenjaraningrat perubahan social itu sendiri mencakup nilai-nilai yang bersifat material maupun budaya tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Perubahansosial itu sifatnya umum dan terbuka, spontan atau terencana. Oleh karena itu, cepat atau lambat masyarakat selalu mengalami perubahan. Akibat dari perubahan itu terjadi perkembangan pranata (institutionalization) dan pergeseran nilai (value shift). PEMBAHASAN A. Perubahan Pranata Sosial 1. Definisi Pranata Sosial Vw8oiHa. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian kecerdasan, akhalak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat, sehingga mampu mempengaruhi peruhahan sodial budaya. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Makalah Tugas Ujian Akhir Semester, Sosiologi PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN Oleh _________________________ Dosen Pembimbing Sri Hadijah Armus MAKALAH DISERAHKAN UNTUK MEMENUHI KREDIT NILAI DALAM TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER PROGRAM STUDI ILMU ALQUR’AN DAN TAFSIR FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH FUAD INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI IAIN KENDARI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia dikenal sebagai homo socius dan homo sapiens. Manusia sebagai makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri dan senantiasa berpikir telah melahirkan beragam perilaku. Perlaku masyarakat yang disesuaikan dengan perubahan sosial budaya yang ada. Perilaku terhadap terjadinya perubahan sosial budaya dan usaha meyikapinya sangatlah beragam. Selain itu peristiwa-peristiwa di bidang politik dan ekonomi yang telah terjadi dari dulu hingga sekarang, tidak terjadi secara tersendiri. Akan tetapi, peristiwa-peristiwa tersebut terkait erat dengan perubahan sosial dan budaya yang terjadi di masyarakat. Kata perubahan merupakan kata yang tidak asing di telinga kita. Mengapa sesuatu harus berubah? Salah satu tujuannya, yaitu menuju ke arah yang lebih baik. Perubahan change merupakan sebuah dimensi budaya yang pada umumnya menyertai perubahan bentuk lain juga. Sampai saat ini, belum ada definisi khusus yang menjelaskan konsep perubahan, apakah perubahan tersebut timbul karena kejenuhan terhadapat suatu hal atau karena timbulnya faktor lain. Hal yang pasti kita tahu, perubahan tersebut bersifat dinamis. Artinya, perubahan akan terus terjadi sesuai dengan arah kebutuhan manusia. Perubahan yang dilakukan seseorang atau kelompok menuju ke suatu arah atau bentuk yang berbeda. Kondisi tersebut dapat memperbaiki keadaan atau bahkan semakin memperburuk keadaan. Jenis perubahan yang dilakukan seseorang atau kelompok bergantung pada tujuan perubahan tersebut. Selain itu karena adanya perubahan pasti akan menimbulkan akibat, salah satunya apabila yang terjadi adalah perubahan sosial budaya, pasti yang akan terkena dampaknya adalah masyarakat. Pada umumnya, masyarakat lebih menyukai kehidupan yang biasa, Namun, sebagian dari mereka menolak hal-hal yang baru karena dapat menimbulkan perubahan. Walaupun demikian, pada akhirnya ada beberapa perubahan yang diterima secara langsung maupun diam-diam. Terjadinya perubahan sosial sebenernya memiliki dua bentuk, yaitu keharmonisan masyarakat social equilibrium, dan disorganisasi disorganization. Keharmonisan masyarakat akan terjadi ketika perubahan sosial sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Adapun disorganisasi terjadi ketika perubahan sosia sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Adapun disorganisasi terjadi ketika perubahan sosial tidak memberikan manfaat bagi masyarakat yang bersangkutan. BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Para Sosiolog maupun Antropolog telah banyak mempersoalkan mengenai pembatasan pengertian perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan. Perubahan sosial adalah perubahan pada kelembagaan masyarakat dalam lingkup yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk diantaranya nilai-nilai, pola sikap dan perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Para ahli pun mengemukakan pendapat mengenai perubahan-perubahan sosial secara definitif, yaitu antara lain 1. William F. Ogburn, mengemukakan ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun immaterial, yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. 2. Kingsley Davis, mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Misalnya, timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik. 3. Maclver, peruabahan-perubahan sosial dikatakannya sebagai perubahan-perubahan dalam hubungan sosial social relationships atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan equilibrium hubungan sosial. 4. Gillin dan Gillin, mengatakan perubahan-perubahan sosial sebagai variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena peruabahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan materiil, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. 5. Emile Durkheim, perubahan sosial yang terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik. 6. Selo Soemardjan, perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. B. Teori-Teori Perubahan Sosial Para ahli sudah melampirkan tentang prinsip dari bentuk perubahan-perubahan sosial, yakni kecenderungan akan terjadinya perubahan-perubahan sosial pada gejala wajar yang timbul dalam lingkungan manusia. Perubahan sosial terjadi karena adanya suatu unsur tertentu yang berubah pada pola keseimbangan masyarakat, mungkin itu bersifat periodik atau non periodik. Umumnya, perubahan itu merupakan lingkaran kejadian-kejadian. Pitirim berpendapat bahwa segenap usaha untuk mengemukakan bahwa ada suatu kecenderungan yang tertentu dan tetap dalam perubahan-perubahan sosial, tidak akan berhasil baik. Dia meragukan kebenaran akan adanya lingkaran-lingkaran perubahan sosial tersebut. Akan tetapi perubahan-perubahan tetap ada, dan yang paling penting adalah bahwa lingkaran terjadinya gejala-gejala sosial harus dipelajari, karena dengan jalan tersebut barulah akan dapat diperoleh suatu generalisasi. Beberapa sosiolog berpendapat bahwa ada kondisionalitas sosial premier yang mengakibatkan munculnya perubahan. Misalnya, dari aspek ekonomis, teknologis, geografis, atau biologis menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada aspek-aspek kehidupan sosial lainnya William F. Ogburn menekankan pada kondisi teknologis. Sebaliknya ada pula yang mengutarakan bahwa semua kondisi tersebut sama pentingnya pada perubahan-perubahan sosial. Hubungan antara kondisi dan faktor-faktor tersebut harus diteliti terlebih dahulu. Penelitian secara obyektif akan dapat memberikan hukum-hukum umum perubahan sosial dan kebudayaan, disamping itu juga harus diperhatikan waktu serta tempatnya perubahan-perubahan tersebut berlangsung. C. Hubungan Antara Perubahan Sosial Dan Perubahan Kebudayaan Perubahan sosial tidak terlepas dari perubahan kebudayaan, karena keduanya adalah satu bagian. Perubahan sosial dan kebudayaan mempunyai satu aspek yang sama, yaitu berhubungan dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau perbaikan didalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Hubungan antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan sangat erat. Meskipun dalam kenyataan dapat kita lihat bahwa perubahan kebudayaan tidak selamanya diikuti oleh perubahan sosial. Sukar untuk menentukan garis pemisah antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan walaupun memiliki definisi yang berbeda Soekanto, 1990, namun perubahan sosial saling terkait dengan didahului oleh perubahan kebudayaan dalam masyarakat yang bersangkutan. Hal yang sama juga berlaku dalam pembahasan-pembahasan mengenai perubahan kebudayaanyang ruang lingkupnya lebih luas dari pada perubahan sosial. Perubahan sosial melekat pada diri suatu masyarakat dengan kebudayaan, karena untuk a. Menghadapi masalah-masalah baru. b. Ketergantungan pada hubungan antarwarga pewaris. c. Lingkungan yang berubah Contoh masyarakat desa yang tadinya memiliki rasa solidaritas tinggi terhadap lingkungan seperti rajin gotong royong sekarang nilai-nilai itu telah hilang, mereka menggantikan keberadaan mereka saat gotong royong dengan uang. Perubahan kebudayaan bertitik tolak dan timbul dari organisasi sosial. Pendapat tersebut dikembalikan pada pengertian masyarakat dan kebudayaan itu sendiri. Masyarakat adalah sistem hubungan dalam arti hubungan antar organisasi dan bukan hubungan antar sel. Kebudayaan mencakup segenap cara berfikir dan bertingkah laku, yang timbul karena interaksi yang bersifat komunikatif seperti menyampaikan buah pikiran secara simbolik dan bukan warisan karena keturunan Davis, 1960. Soemardjan 1982, mengemukan bahwa perubahan sosial dan perubahan kebudayaan mempunyai aspek yang sama yaitu keduanya berhubungan dengan suatu cara penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Contoh ketika teknologi semakin maju, banyak masyarakat menggunakan HP. Perubahan sosial terjadi karena globalisasi, maka perubahan kebudayaan juga terjadi dari menggunakan surat untuk berkomunikasi jarak jauh, kini menggunakan HP. D. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Perubahan sosial budaya yang terjadi di dalam masyarakat sangat beragam. Secara umum, bentuk-bentuk perubahan sosial budaya dapat dibedakan sebagai berikut. 1. Perubahan lambat dan perubahan cepat 2. perubahan kecil dan perubahan besar 3. perubahan yang dikehendaki intented-change atau perubahan yang direncanakan planned-change dan perubahan yang tidak dikehendaki unintented-change atau perubahan yang tidak direncanakan unplanned-change. 1. Perubahan lambat dan perubahan cepat Perubahan yang sangat lambat disebut evolusi. Evolusi memerlukan waktu yang lama, di mana terdapat suatu rentetan perubahan-perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Rentetan perubahan-perubahan yang terjadi oleh penyesuaian diri dari keperluan, keadaan dan kondisi, tidak perlu sejalan dengan rentetan peristiwa-peristiwa di dalam sejarah masyarakat yang bersangkutan. Terdapat tiga teori yang mengupas tentang evolusi, yaitu 1. Unilinier Theories of Evolution manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dari yang sederhana menjadi kompleks pada tahap yang sempurna. 2. Universal Theories of Evolution perkembangan masyarakat yang telah mengikuti suatu garis evolusi tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. 3. Multilined Theories of Evolution menekankan pada penelitian terhadap tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, penelitian pada pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian. Perubahan yang sangat cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya disebut revolusi. Dalam revolusi, perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan, dimana sering kali diawali dengan ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan. Secara sosiologis, agar suatu revolusi dapat terjadi, harus dipenuhi syarat-syarat tertentu, antara lain seperti berikut. a. Harus ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan. b. Harus ada seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut. c. Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan masyarakat untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat. d. Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan yang abstrak bersifat konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat. e. Harus ada “momentum” yang tidak boleh keliru untuk melaksanakan revolusi, yaitu waktu yang tepat untuk memulai gerakan revolusi. 2. Perubahan kecil dan perubahan besar Pengaruh perubahan kecil berkaitan dengan perubahan pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Suatu perubahan dalam mode pakaian, misalnya, tak akan membawa pengaruh yang berarti bagi masyarakat secara keseluruhan karena tidak mengakibatkan perubahan dalam lembagalembaga kemasyarakatannya. Pengaruh Perubahan besar membawa pengaruh langsung atau menimbulkan pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Sebagai contoh, suatu proses industrialisasi pada masyarakat agraris, merupakan perubahan yang akan membawa pengaruh besar pada masyarakat. Berbagai lembaga-lembaga kemasyarakatan akan terpengaruh olehnya seperti dalam hal hubungan kerja, sistem kepemilikan tanah, hubungan-hubungan kekeluargaan, stratifikasi masyarakat, dan seterusnya. 3. Perubahan yang dikehendaki intented-change atau perubahan yang direncanakan planned-change dan perubahan yang tidak dikehendaki unintented-change atau perubahan yang tidak direncanakan unplanned-change. Perubahan yang dikehendaki sudah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki perubahan dinamakan agent of change atau lembaga kemasyarakatan yang dipercayakan masyarakat sebagai pemimpin dalam mengubah sistem sosial. Cara-cara untuk mempengaruhi masyarakat dengan sistem yang teratur dan direncanakan terlebih dahulu dinamakan social engineering atau sering pula dinamakan social planning. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menimbulkan akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan seperti membawa masalah-masalah yang memicu kekacauan atau kendala-kendala di lingkungan sekitar. Misalnya, kasus banjir bandang di sinjai, Kalimatan Barat, timbulnya banjir dikarenakan pembukaan lahan yang kurang memerhatikan kelestarian lingkungan. E. Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Perubahan Sosial Dan Kebudayaan Pada umumnya dapat dikatakan bahwa mungkin ada sumber penyebab yang terletak di dalam dan ada yang terletak di luar. 1. Sebab-sebab yang bersumber dalam masyarakat a. Bertambah atau berkurangnya penduduk Pertambahan penduduk yang sangat cepat di pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat, terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Misalnya, orang lantas mengenal hak milik individual atas tanah, sewa tanah, gadai tanah, bagi hasil dan selanjutnya, yang sebelumnya tidak dikenal. Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dari daerah ke daerah lain misalnya transmigrasi. Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan. Misalnya, dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial, yang memengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan. b. Penemuan-penemuan baru Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar, tetapi terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama adalah inovasi. Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru, jalannya unsur-unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat, dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima, dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. Penemuan baru sebagai akibat terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan dalam pengertian dari discovery dan invention. Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alasan atau gagasan yang diciptakan oleh seorang individu. Discovery baru berubah menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui, menerima dan menerapkan penemuan baru itu. Didalam setiap masyarakat tentu ada individu yang sadar akan adanya kekurangan dalam kebudayaan masyarakatnya. Sebagian orang menerima kekurangan-kekurangan tersebut sebagai hal yang diterima begitu saja. Sebagian orang yang tidak puas dengan keadaan akan tetapi tidak mampu memperbaiki keadaan tersebut. Mereka inilah yang kemudian menjadi pencipta-pencipta baru tersebut. c. Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu-kelompok, kelompok-kelompok. Segala kegiatan didasarkan pada kepentingan masyarakat. Kepentingan individu walaupun diakui tapi mempunyai fungsi sosial. Banyak timbul pertentangan antara kepentingan individu dengan kelompoknya, yang dalam hal-hal tertentu dapat menimbulkan perubahan-perubahan. Pertentangan antar kelompok mungkin terjadi pada generasi muda dengan generasi tua. Pertentangan-pertentangan demikian itu kerap terjadi, apabila pada masyarakat yang sedang berkembang dari tahap tradisional menuju ketahap modern. Generasi muda yang belum terbentuk kepribadiannya lebih mudah menerima dalam beberapa hal mempunyai taraf yang lebih tinggi. Keadaan demikian dapat menimbulkan perubahan-perubahan dalam masyarakat. Misalnya, pergaulan bebas antara wanita dengan laki-laki, cara berpakaian, atau derajat wanita yang kian sama di dalam masyarakat dan lain-lain. d. Terjadinya pemberontakan atau revolusi Revolusi yang meletus pada Oktober 1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar Negara Rusia yang mula-mula mempunyai bnetuk kerajaan absolut berubah menjadi diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Segenap lembaga kemasyarakatan mulai dari bentuk Negara sampai keluarga batih, mengalami perubahan-perubahan yang mendasar. 2. Sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat a. Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan fisik yang ada di sekitar manusia Terjadinya bencana alam mungkin menyebabkan masyarakatnya terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya. Misalnya, pada waktu dulu masyarakat dulu berburu kini berpindah ke pertanian. Namun ada juga bencana alam disebabkan oleh tindakan manusia itu sendiri. Misalnya, penggunaan tanah yang sembrono tanpa memperhitungkan kelestarian humus tanah serta penebangan hutan yang liar dapat menyebabkan banjir. b. Peperangan Peperangan dengan Negara lain dapat menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan karena terkadang Negara yang menang akan memaksakan kebudayaannya pada Negara yang kalah. Contohnya adalah Negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia Kedua banyak sekali mengalami perubahan dalam lembaga kemasyarakatannya. c. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain Hubungan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan hubungan dan pengaruhnya secara timbal-balik. Apabila salah satu kebudayaan yang bertemu mempunyai taraf teknologi yang lebih dapat menimbulkan proses imitasi yaitu peniruan terhadap budaya lain. Mula-mula unsur-unsur tersebut ditambahkan kebudayaan asli namun lambat laun kebudayaan asli diubah dengan kebudayaan asing tersebut. F. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jalannya Proses Perubahan Perubahan sosial budaya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi itu terdiri dari faktor pendorong dan penghambat yang dapat berasal dari dalam maupun luar masyarakat. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial dan budaya dalam masyarakat. 1. Faktor-faktor yang mendorong jalannya perubahan a. Kontak dengan kebudayaan lain Perubahan sosial dan budaya akan berjalan dengan cepat apabila masyarakat sering melakukan kontak dengan kebudayaan lain melalui proses difusi. Dengan terjadinya difusi, suatu penemuan baru dapat diteruskan dan disebarkan pada masyarakat luas sampai semua dapat menikmati kegunaannya. Proses yang mempercepat kontak sosial juga dapat terjadi karena akulturasi, namun akulturasi bersifat continue dan memerlukan hubungan dekat. b. Sistem pendidikan yang maju Pendidikan formal sangat penting, karena dengan pendidikan formal masyarakat akan mendapatkan nilai-nilai tertentu untuk menerima hal-hal baru dan berpikir lebih rasional dan ilmiah serta cara pandang terhadap masalah yang lebih obyektif. c. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju masyarakat merupakan pendorong bagi usaha-usaha penemuan baru dalam sikap yang sudah terlembaga tersebut. Seperti hadiah Nobel sebagai pendorong untuk menciptakan hasil-hasil karya yang baru. Di Indonesia juga dikenal sistem penghargaan yang tertentu, walaupun masih dalam arti yang sangat terbatas dan belum merata. d. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan menyimpang Masyarakat yang memiliki sikap toleransi cenderung akan mudah menerima hal-hal yang baru, sehingga proses perubahan sosial budaya akan berjalan lebih cepat karena masyarakat sangat toleran dengan perilaku menyimpang. Dalam hal ini dapat berupa penyimpangan positif maupun negatif. Contoh dahulu pekerjaan sopir hanya dilakukan oleh seorang laki-laki, namun sekarang ini masyarakat tidak merasa risih apabila perempuan bekerja sebagai sopir. e. Sistem lapisan masyarakat yang terbuka Dengan sistem stratifikasi terbuka maka hal itu akan memberikan kesempatan adanya gerak sosial vertical dan peluang yang luas bagi individu untuk meningkatkan diri untuk maju dan berusaha menaikkan status sosial dalam masyarakat. Contoh seorang anak yang terlahir dari keluarga petani miskin, dengan kemampuan secara akademis anak itu mendapatkan pekerjaan yang bagus. Dengan begitu anak itu mampu menaikkan status sosial dirinya dan keluarganya. f. Penduduk yang heterogen Dalam masyarakat heterogen yang memiliki latar kebudayaan, ras dan ideologi yang berbeda akan mudah dan sering terjadi pertentangan yang akan memicu terjadinya perubahan tersebut. Contoh masyarakat di perkotaan di dalamnya terdapat masyarakat yang berbeda-beda kebudayaan. Misalnya Suku Batak, Jawa, Bugis, dsb. Dengan keadaan itu masyarakat sering berinteraksi dan memungkinkan terjadi perubahan. g. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu Ketidakpuasan ini baik dalam sistem kemasyarakatan, ekonomi dan keamanan akan mendorong masyarakat melakukan perubahan sistem yang ada dengan cara menciptakan sistem baru agar sesuai dengan kebutuhan. Contoh masyarakat tidak puas dengan kebijakan ekonomi dari pemerintah, kemudian masyarakat menyampaikan aspirasi terhadap pemerintah melalui DPR. h. Orientasi kedepan Seseorang dalam masyarakat pada umumnya beranggapan bahwa masa yang akan datang berbeda dengan masa sekarang sehingga masyarakat berusaha menyesuaikan diri baik yang sesuai keinginannya. Untuk itu masyarakat umumnya berusaha melakukan perubahan-perubahan agar dapat menerima masa depan. Contoh sekarang ini masyarakat harus berusaha memperbaiki keadaan ekonomi karena untuk menghadapi krisisglobal. i. Nilai meningkatkan taraf hidup Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya. 2. Faktor-faktor yang menghambat terjadinya perubahan a. Kurangnya berhubungan dengan masyarakat-masyarakat lain Kehidupan terasing menyebabkan kurangnya perkembangan-perkembangan yang terjadi pada masyarakat lain yang mungkin akan dapat memperkaya kebudayaannya sendiri. Para warga masyarakat dapat terkekang dengan pola-pola pemikirannya oleh tradisi. Contoh masyarakat suku pedalaman akan sulit mengetahui perkembangan-perkembangan yang terjadi pada masyarakat lain karena kurang dan sulit berkomunikasi. b. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat Hal ini mungkin disebabkan hidup masyarakat tersebut terasing dan tertutup atau mungkin karena lama dijajah oleh masyarakat lain. Contoh masyarakat kelas bawah sulit mendapatkan pendidikan yang layak, sehingga pemikirannya kurang terbuka. c. Prasangka terhadap sesuatu yang baru/asing Sikap yang demikian sangat mencurigai sesuatu yang berasal dari barat karena tidak pernah bisa melupakan pengalaman-pengalaman pahit selama penjajahan. Unsur-unsur baru kebanyakan berasal dari barat, sehingga prasangka kian besar lantaran khawatir bahwa melalui unsur-unsur tesebut penjajahan bisa masuk lagi. Contoh sebagian masyarakat masih mempunyai anggapan bahwa munculnya internet adalah salah satu bentuk penjajahan bangsa barat melalui media elektronik. d. Hambatan ideologis Setiap usaha perubahan dalam unsur rohaniah biasanya diartikan sebagai usaha yang berlawanan dengan ideology masyarakat yang sudah menjadi dasar keintegrasian. Contoh masyarakat Minang menganut matrialisme, maka masyarakat akan sulit menerima ideologi baru bahwa derajatnya lebih tinggi. e. Nilai pasrah Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki. G. Proses-Proses Perubahan Sosial Dan Kebudayaan 1. Penyesuaian masyarakat terhadap perubahan Keserasian atau harmoni dalam masyarakat social equilibrium dimaksudkan sebagai suatu keadaan dimana kelembagaan masyarakat yang pokok telah berfungsi dan saling mengisi. Unsur individu secara psikologis merasakan tidak adanya pertentangan dalam norma-norma dan nilai-nilai. Setiap kali terjadi gangguan terhadap keadaan keserasian, maka masyarakat dapat menolaknya atau mengubah susunan serta menerima unsur yang baru. Akan tetapi, unsur yang baru dipaksakan masuknya oleh suatu kekuatan dan bila tidak dapat menolaknya karena unsur baru tersebut tidak menimbulkan kegoncangan, maka berpengaruh pada sikap yang dangkal dan hanya terbatas pada bentuk luarnya. Norma-norma dan nilai-nilai sosial tidak dapat berfungsi secara wajar. Pengaruh norma dan nilai dari masyarakat sebagai bentuk tolak belakang antara unsur lama dengan baru berdampak pada gangguan yang kontinu, sehingga terjadi kekecewaaan yang tidak berujung pemecahan masalah. Maka perlu ada penyesuaian adjustment untuk mengatasi ketidakserasian tersebut, bila yang terjadi sebaliknya maka dinamakan ketidak penyesuaian sosial maladjustment yang mungkin mengakibatkan terjadinya anomie. 2. Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan. Umumnya saluran-saluran tersebut adalah lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan, ekonomi, pendidikan, agama, rekreasi dan seterusnya. Lembaga-lembaga kemasyarakatan menjadi titik tolak, tergantung pada cultural focus masyarakat pada suatu masa yang tertentu. Dengan singkat dapatlah dikatakan bahwa saluran tersebut berfungsi agar sesuatu perubahan dikenal, diterima, diakui serta dipergunakan oleh khalayak ramai, atau dengan singkat mengalami proses institutionalization pelembagaan 3. Disorganisasi disintegrasi dan reorganisasi reintegrasi Disorganisasi adalah suatu keadaan dimana tidak ada keserasian pada bagian-bagian dari suatu kebulatan, misalnya masyarakat agar dapat berfungsi sebagai organisasi, harus ada keserasian antar bagian-bagiannya. Reorganisasi atau reintegrasi adalah suatu proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai baru agar serasi dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang telah mengalami perubahan. Suatu contoh adalah norma-norma dalam lalu lintas. Pada umumnya terlihat adanya suatu kecenderungan untuk melanggar peraturan-peraturan tersebut, padahal peraturan bertujuan untuk menjaga keselamatan masyarakat, termasuk pengemudi dan orang-orang yang berjalan kaki. Hal ni paling tidak dapat dijadikan suatu indeks terhadap keadaan sampai dimana disorganisasi masih berlangsung padahal telah ada reorganisasi. Ada unsur-unsur yang cepat berubah, tetapi ada pula unsur-unsur yang sukar untuk berubah. Biasanya unsure-unsur kebudayaan kebendaan lebih mudah berubah daripada unsure-unsurkebudayaan rohaniah. Misalnya, suatu perubahan dalam cara bertani, tidak berpengaruh pada tarian-tarian tradisional. Ketertinggalan kebudayaan juga berarti sebagai jangka waktu antara terjadi dan diterimanya penemuan baru. Atau dipakai untuk menunjukkan pada tertinggalnya suatu unsur lainnya yang berkaitan erat hubungannya. H. Arah Perubahan Direction Of Change Gerak perubahan adalah perubahan bergerak meninggalkan faktor yang diubah kepada sesuatu bentuk yang sama sekali baru, atau mungkin pula bergerak kearah suatu bentuk yang sudah ada di dalam waktu lampau. Contoh perkembangan industri musik mengalami kemajuan yang luar biasa. Banyak jenis-jenis aliran musik yang kita kenal, mulai dari pop, rock, jazz, hip-hop, punk, dll. Tapi saat ini ada jenis musik baru yang sedang trend di kalangan anak muda Indonesia seperti misalnya The Changcuter. Lagu mereka berjenis rock n’roll yang pernah dipopulerkan Rolling Stone dan mengikuti aksi panggung Mick Jagger dan Jim Morrisson. Akan tetapi lagu mereka rata-rata bertema komedi. Hal tersebut tentu berbeda dengan generasi sebelum mereka yang biasanya bertema sosial dan cinta. I. Modernisasi modernisasi merupakan suatu proses perubahan yang menuju pada tipe sistem-sistem sosial, ekonomi, dan politik yang terarah yang didasarkan pada perencanaan. Pengertian modernisasi mencakup suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pra modern dalam arti teknologi serta organisasi sosial, kearah pola-pola ekonomis dan politis yang menjadi ciri negara-negara barat yang stabil. Di dalam proses modernisasi akan muncul disorganisasi pada masyarakat. Hal tersebut akan menjadi masalah penyimpangan terhadap norma dan nilai kemasyarakatan. Dengan demikian sikap dan nilai berpengaruh pada modernisasi dapat menunjukkan manfaat unsur yang baru, dan kesepadanannya dengan unsur-unsur kebudayaan yang ada. Ada kemungkinan modernisasi bertentangan dengan kebudayaan yang ada dan menggantikan unsur-unsur yang lama. Syarat-syarat suatu modernisasi adalah sebagai berikut 1. Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat. 2. Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi. 3. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu. 4. Penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa. 5. Tingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin, sedangkan dilain pihak berarti pengurangan kemerdekaan. 6. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan social planning DAFTAR PUSTAKA Abraham, Sociology, The Study of Human Society. London The English University Press, 1973. BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Perubahan sosial budaya selalu terjadi dalam kehidupan masyarakat. Bisa perubahan yang baik atau pun buruk. Hal ini disebabkan karena perkembangan jaman, dimana banyak hal yang berubah dikarenakan kemajuan teknologi, kreatifitass manusia, dan masih banyak faktor lainnya. *** Download Makalah Perubahan Sosial Budaya *** Tidak semua perubahan itu buruk. Namun sebagian besar masyarakat masih belum bisa menerima oerubahan yang lebih modern dan maju. Biasanya ini terjadi pada orang tua jaman dulu yang belum paham tentang pergaulan jaman sekarang dan pengaruh kebudayaan barat. Tapi kita sebagai manusia yang cerdas tidak bisa hanya menerima perubahan sosial budaya begitu saja. kita harus tau dampaknya ppada diri kita. Apakah itu baik bagi kita dan lingkungan atau tidak. Maka dari itu saya membuat makalah yang berjudul “Perubahan Sosial Budaya” agar pembaca dapat mengerti lebih dalam tentang perubahan sosial budaya dan dapat memutuskan apakah pembaca akan mengikuti perubahan tersebut atau tidak. Rumusan Masalah 1. Apa Definisi dari Perubahan Sosial Budaya? 2. Apa saja bentuk bentuk perubahan sosial budaya? 3. Apa faktor penyebab dan penghaalang perubahan sosial? 4. Apa dampak perubahan sosial? Tujuan Makalah 1. Untuk mengetahui definisi perubahan sosial budaya 2. Untuk mengetahui bentuk bentuk perubahan sosial budaya 3. Untuk mengetahui faktor penyebab dan penghaalang perubahan sosial 4. Untuk mengetahui dampak perubahan sosial BAB II PEMBAHASAN Definisi Perubahaan Sosial Budaya Pada dasarnya perubahan sosial dan perubahan budaya itu berbeda, namun memiliki keterkaitan. Suatu perubahan sosial pasti berpengaruh pada perubahan budaya, sementara budaya tidak mungkin lepas dari kehidupan sosial masyarakat. Karena itu sering disebut perubahan sosial budaya untuk mencakup kedua perubahan tersebut. Perubahan sosial dan budaya memiliki satu aspek yang sama, yaitu kedua-duanya menyangkut perbaikan dan penerimaan cara-cara baru bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Perubahan sosial dan perubahan budaya meski memiliki keterkaitan yang erat, namun dapat kita jumpai perbedaannya jika dilihat dari arahnya § Perubahan sosial merupakan perubahan dari segi struktur sosial dan hubungan sosial masyarakat. § Perubahan budaya merupakan perubahan dalam segi budaya masyarakat. Adapun perbedaannya dilihat dari segi yang dipengaruhi § Perubahan sosial terjadi dalam segi pendidikan, tingkat kelahiran penduduk, dan distribusi kelompok umur. § Perubahan budaya terjadi pada bentuk kesenian, kesetaraan gender, konsep nilai susila dan moralitas, penemuan baru, dan penyebaran masyarakat. Perubahan kebudayaan ini jauh lebih luas dari perubahan sosial karena meliputi banyak aspek, seperti kesenian, iptek, aturan hidup, dan lain-lain. Perubahan sosial biasanya memiliki beberapa ciri, di antaranya seperti yang diungkapkan oleh Moore yaitu 1 Tidak ada masyarakat yang perkembangannya berhenti, karena masyarakat akan mengalami perubahan cepat atau lambat dan berlaku secara tetap. 2 Perubahan-perubahan itu tidak bersifat sementara maupun terpisah karena perubahan terjadi secara berurutan. 3 Perubahan sosial memiliki asas ganda. 4 Inovasi dan isu-isu akan mempengaruhi perubahan sosial. 5 Perubahan sosial akan memberi akibat yang lebih luas pada pengalaman individu. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial dan Budaya A. Perubahan Evolusi dan Revolusi Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan yang berlangsung lama. Biasanya terjadi karena adanya usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan dan kondisi baru yang muncul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Contohnya adalah pada perkembangan ilmu pengetahuan. Perubahan revolusi adalah perubahan yag berlangsung cepat dan mendasar. Perubahan ini bisa terjadi karena ada rencana sebelumnya atau tidak sama sekali. Contoh revolusi adalah revolusi industri di Inggris, dimana terjadi perubahan produksi yang awalnya tanpa mesin menjadi menggunakan mesin. Menurut para ahli, agar perubahan revolusi bisa terjadi, maka ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu § Ada keinginan umum untuk mengadakan perubahan. § Ada pemimpin yang dianggap mampu memimpin masyarakat, menampung keinginan masyarakat, dan dapat menunjukkan suatu tujuan yang jelas pada masyarakat. § Ada keadaan yang tepat dan aktor pelaku perubahan yang baik untuk memulai perubahan. B. Perubahan Kecil dan Besar Perubahan kecil adalah perubahan yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti pada masyarakat. Contoh perubahan mode pakaian, mode rambut, dan lain-lain yang tidak berpengaruh bagi masyarakat secara keseluruhan jika kita tidak mengikutinya. Perubahan besar adalah perubahan yang membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Contohnya penggunaan komputer dan internet untuk menunjang kerja, penggunaan traktor bagi petani, dan lain-lain yang membawa perubahan signifikan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. C. Perubahan yang Dikehendaki Direncanakan dan Tidak Dikehendaki Tidak Direncanakan Perubahan yang direncanakan adalah perubahan yangterjadi karena adanya perencanaan ataupun perkiraan oleh pihak yang merencanakan perubahan tersebut agent of change. Agent of change merupakan pihak yang diberi kepercayaan oleh masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih kembaga kemasyarakatan. Contoh perubahan ini adalah kewajiban masyarakat untuk menanam pohon yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Perubahan yang tidak direncanakan adalah perubahan yang tidak dikehendaki dan berlangsung diluar jangkauan masyarakat untuk menahannya, dan biasanya menimbulkan pertentangan di dalam masyarakat. Contohnya kecenderungan untuk mempersingkat prosesi pernikahan karena memerlukan biaya besar, meski perubahan ini tidak dikehendaki tapi masyarakat tidak mampu menghindarinya. D. Perubahan Progres dan Regres Perubahan progres adalah perubahan yang membawa keuntungan bagi masyarakat. Contoh perkembangan pendidikan masyarakat. Perubahan regres adalah perubahan yang membawa kemunduran bagi masyarakat di bidang tertentu. Contoh perubahan pola kehidupan remaja yang mabuk-mabukan. Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Sosial Budaya Faktor Perubahan dari dalam Masyarakat § Perubahan jumlah penduduk. Perubahan jumlah penduduk akan menimbulkan perubahan pada kebutuhan hidup, seperti sandang, pangan, dan papan. Selain itu penduduk yang bertambah akan menyebabkan tempat tinggal yang semula berpusat di keluarga nesar menjadi terpencar karena faktor pekerjaan. Contoh perubahan penduduk adalah program transmigrasi dan urbanisasi. § Pemberontakan atau revolusi, yang berpengaruh besar pada lembaga-lembaga masyarakat dan struktur masyarakat. Sebagai contoh G 30 S/PKI yang berakibat dilarangnya paham komunis si Indonesia. § Peranan nilai yang diubah. Misalnya program keluarga berencana yang mampu mengubah pandangan masyarakat untuk mengurangi jumlah kelahiran anak. § Peran tokoh karismatik, karena tokoh ini adalah tokoh yang disegani dan dihormati di masyarakat, maka masyarakat akan cenderung mengikuti arah tokoh tersebut. Seperti Ir. Soekarno yang memiliki karisma di masyarakat karena keahliannya berpidato. § Penemuan baru. Penemuan baru terbagi menjadi tiga bagian, yaitu 1. Inovasi, yaitu proses proses perubahan sosial budaya yang besar tapi terjadi dalam waktu singkat. 2. Discovery, yaitu penemuan unsur kebudayaan baru oleh seorang atau beberapa individu. 3. Invention, yaitu saat ketika masyarakat sudah mengakui, menerima, dan menerapkan penemuan baru tersebut. Faktor Perubahan dari Luar Masyarakat § Faktor alamiah, jika tempat tinggal masyarakat adalah pantai, maka masyarakat akan cenderung berprofesi sebagai nelayan. Selain itu jika terjadi bencana alam, maka masyarakat akan pindah ke daerah lain sehingga masyarakat akan beradaptasi dengan lingkungan baru tersebut dan melahirkan budaya baru. § Peperangan, yang pasti menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat. § Pengaruh kebudayaan masyarakat lain, ketika dua masyarakat saling berinteraksi. Interaksi tersebut akan menimbulkan perubahan pola pikir dan selanjutnya bisa terjadi akulturasi atau asimilasi. 1. Akulturasi adalah percampuran dua kebudayaan dimana kebudayaan setempat masih terlihat. Sering dianalogikan dengan rumus A+B=AB, dengan A=kebudayaan asing dan B=kebudayaan setempat. 2. Asimilasi adalah percampuran dua kebudayaan yang menghasilkan kebudayaan yang baru sama sekali. Dianalogikan dengan rumus A+B=C, dengan A=kebudayaan asing, B=kebudayaan setempat, dan C=kebudayaan baru. Dalam proses perubahan sosial budaya akibat interaksi masyarakat sering dijumpai istilah difusi, yaitu penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari sekelompok masyarakat ke kelompok masyarakat lain. Faktor pendorong perubahan Sosial Budaya 1. Penemuan baru. 2. Perubahan jumlah penduduk. 3. Pertentangan/konflik. 4. Pemberontakan/revolusi. 5. Keterbukaan masyarakat. 6. Akulturasi. 7. Asimilasi. 8. Sistem pendidikan yang maju. 9. Keinginan untuk maju dan orientasi ke masa depan. 10. Sikap menghargai hasil karya seseorang. Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya 1. Sikap masyarakat yang tradisional. 2. Perkembangan IPTEK yang terhambat. 3. Adat istiadat dan hambatan ideologis. 4. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. 5. Rasa takut akan terjadi ketidakseimbangan kebudayaan. Dalam perubahan sosial budaya dikenal adanya konsekuensi, yaitu hasil dari perubahan sosial budaya. Konsekuensi terbagi dua yaitu konsekuensi yang fungsional dimana masyarakat menjadi semakin tenteram, dan konsekuensi yang disfungsional dimana masyarakat mendapat akibat-akibat yang tidak diharapkan. Disorganisasi adalah perubahan sosial yang hanya sedikit atau bahkan tidak memberi manfaat bagi masyarakat. Dampak Perubahan Sosial Budaya Dampak Positif § Kebutuhan mudah terpenuhi. § Pola pikir masyarakat mengalami kemajuan. Dampak negatif § Masyarakat menjadi konsumif. § Ketidakmerataan pembangunan. § Pudarnya norma-norma masyarakat. Keadaan masyarakat yang mampu beradaptasi dengan perubahan disebut adjusment, sedangkan bentuk penyesuaiannya disebut integrasi. Keadaan masyarakat yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan disebut maladjusment, yang akan menimbulkan disintegrasi. Untuk menghindari dampak buruk perubahan sosial budaya, maka harus dilakukan tindakan preventif upaya pencegahan dan represif upaya penanggulangan dampak buruk. BAB III PENUTUPAN Kesimpulan Pada dasarnya perubahan sosial dan perubahan budaya itu berbeda, namun memiliki keterkaitan. Suatu perubahan sosial pasti berpengaruh pada perubahan budaya, sementara budaya tidak mungkin lepas dari kehidupan sosial masyarakat. Karena itu sering disebut perubahan sosial budaya untuk mencakup kedua perubahan tersebut. Terdapat beberapa bentuk perubahan sosial budaya diantaranya; Perubahan Evolusi dan Revolusi, Perubahan Kecil dan Besar dan Perubahan Progres dan Regres. Perubahan sosial bisa terjadi karena dua faktor, yaitu faktor dari dalam dan dari luar masyarakat. Salah satunya adalah faktor perubahan jumlah pendduduk. Dimana jika jumlah penduduk bertambah akan menimbulkan perubahan pada kebutuhan hidup, seperti sandang, pangan, dan papan. Selain itu penduduk yang bertambah akan menyebabkan tempat tinggal yang semula berpusat di keluarga nesar menjadi terpencar karena faktor pekerjaan. Saran Ada baikya kita menyikapi perubahan sosial dengan bijak. DAFTAR PUSTAKA Arisudewa. 2010. Perubahan Sosial Budaya. Diakses pada 5 September 2017 Berpendidikan. 2015. Bentuk bentuk perubahan sosial terlengkap dan contohnya. Diakses pada 5 September 2017 Istavita Utama. 2017. Perubahan Sosial Budaya. Download Makalah Perubahan Sosial Budaya - Perubahan dalam kehidupan manusia merupakan keniscayaan dan akan senantiasa terjadi. Seluruh masyarakat di dunia mengalaminya sehingga perubahan bisa dikatakan bersifat universal. Maka itu, perubahan masyarakat menjadi topik penting dalam kajian ilmu sosial, terutama sosiologi. Pengamatan dari sudut pandang sosiologi menyimpulkan bahwa perubahan dalam masyarakat tidak hanya menyentuh aspek sosial, melainkan juga budaya. Perubahan sosial dan perubahan kebudayaan sering kali berjalan beriringan. Lantas, apa perbedaan perubahan sosial dan perubahan budaya? Meskipun berbeda, menukil Modul Konsep dan Pendekatan Perubahan Sosial terbitan UT, kedua jenis perubahan dalam masyarakat itu pada dasarnya tidak dapat dipisahkan. Melalui modul itu, Profesor Tahir Kasnawi dan Prof. Sulaiman Asang menulis, perubahan sosial dan budaya saling terkait karena setiap masyarakat adalah kumpulan manusia yang diikat oleh suatu kebudayaan. Adapun kebudayaan adalah wujud kesatuan cara merasa, berpikir, dan bertindak dari para warga anggotanya. Ketika perubahan sosial terjadi, maka semua segi kehidupan masyarakat bisa berubah. Perubahan tidak hanya mencakup organisasi lembaga masyarakat dan interaksi sosial, tapi juga cara berpikir serta bersikap dari para kenapa, dalam sosiologi, dikenal pula istilah perubahan sosial budaya, yang berarti gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Namun, kedua proses perubahan itu tetap dapat dibedakan. Mengutip laman Oxford Bibliographies, struktur sosial dan kebudayaan secara konseptual berbeda meski sama-sama dapat terimbas oleh perubahan dalam sistem sosial lebih berkaitan dengan jaringan hubungan dan interaksi antarorang di masyarakat. Sedangkan budaya mengacu kepada cara masyarakat berpikir dan menjalani kehidupan. Dimensi budaya sangat luas karena meliputi bahasa, pengetahuan, kepercayaan, tata nilai, norma, hingga paling mencolok antara perubahan sosial dan budaya terletak pada prosesnya. Mengutip penjelasan dalam Modul IPS terbitan Kemdikbud 202060, perubahan sosial lebih mudah terjadi daripada perubahan kebudayaan. Perubahan kehidupan sosial bisa lebih mudah terjadi karena masyarakat senantiasa menghadapi masalah baru yang membutuhkan penyelesaian. Berbagai perubahan pada aspek sosial sering kali segera memicu efek berantai yang membuat banyak bidang lain turut berubah. Sebagai contoh, ketika aktivitas ekonomi meningkat dan kesejahteraan lebih merata, jumlah orang yang mampu membeli mobil pun bertambah. Di sisi lain, kemajuan industri menyebabkan produksi mobil bisa dikerek dengan cepat. Akibatnya, terjadilah peningkatan jumlah mobil yang beroperasi. Efek berantainya adalah muncul kebutuhan pembangunan jalan baru, SPBU, pabrik suku cadang, hingga bengkel. Proyek jalan baru bisa memicu perubahan sosial lain karena terjadi penggusuran lahan milik sebagian masyarakat. Adapun menjamurnya pabrik perakitan mobil maupun suku cadang bisa memicu perubahan sosial berupa peralihan pekerjaan banyak orang dari petani atau pekerja informal menjadi buruh industri. Sebaliknya, perubahan kebudayaan masyarakat dapat lebih sulit atau lebih lambat terjadi. Sebab, kebudayaan menyangkut nilai dan norma yang tertanam di alam pikiran semua warga budaya hanya mungkin terjadi jika semua golongan masyarakat menerima perubahan dan beradaptasi dengan mengadopsi hal-hal baru, sehingga membuat nilai-nilai, norma, perilaku maupun kebiasaan turut berubah pula. Sebagai contoh, di kebudayaan Jawa, berlaku nilai, norma dan kebiasaan menghormati orang yang lebih tua. Budaya ini diterapkan lewat pemakaian bahasa lebih halus maupun sikap merendahkan tubuh saat bertemu dan bicara dengan orang-orang yang lebih tua. Sekalipun modernisasi dan perubahan sosial di bidang ekonomi, teknologi, hingga pendidikan telah lama dialami oleh masyarakat suku Jawa, budaya penghormatan pada orang tua seperti disebut di atas belum sepenuhnya lenyap. Penggunaan bahasa Jawa krama inggil untuk berbicara pada para orang tua, misalnya, masih lazim digunakan walau kini mulai terkikis. - Pendidikan Penulis Addi M IdhomEditor Iswara N Raditya 91% found this document useful 11 votes41K views25 pagesDescriptiontuisan ini dibuat semasa mengikuti mata kuliah perubahan sosial budaya, yang berisi resume dari berbagai Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?91% found this document useful 11 votes41K views25 pagesMakalah Perubahan Sosial BudayaDescriptiontuisan ini dibuat semasa mengikuti mata kuliah perubahan sosial budaya, yang berisi resume dari berbagai description

makalah perubahan sosial dan kebudayaan